Welcome to BRIDA NTB Official Website

Berita

Siswa SD IT Abata Mataram Eksplorasi Inovasi Teknologi Lokal di BRIDA NTB

Siswa SD IT Abata Mataram Eksplorasi Inovasi Teknologi Lokal di BRIDA NTB

Siswa SD IT Abata Mataram Eksplorasi Inovasi Teknologi Lokal di BRIDA NTB

LOMBOK BARAT – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut kunjungan edukatif dari 50 siswa kelas 2 SD IT Abata Mataram, Senin (6/4). Kunjungan ini dirancang untuk memperkenalkan ekosistem riset dan teknologi tepat guna kepada generasi muda sejak dini.

Melalui metode observasi langsung, para siswa diajak memahami alur inovasi secara praktis—mulai dari pengelolaan limbah melalui sistem biodigester, pengenalan prototipe mesin industri, hingga tren kendaraan listrik dan pertanian modern. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai relevansi ilmu pengetahuan dengan produk inovatif karya putra-putri daerah NTB.

Acara dibuka secara resmi di halaman Gedung BRIDA NTB oleh Sekretaris Pokja INTRAIL BRIDA Provinsi NTB, Ramdan, S.Sos. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa literasi sains di tingkat sekolah dasar merupakan fondasi krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan inovatif di masa depan.

Usai sesi penyambutan, antusiasme siswa terlihat saat mereka diarahkan menuju instalasi biodigester untuk mempelajari konversi limbah menjadi energi terbarukan. Guna menjaga efektivitas pembelajaran, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok kerja yang tersebar di beberapa titik inovasi:

Area Permesinan: Siswa mengamati berbagai mesin prototipe hasil riset internal BRIDA. Pendamping teknis menjelaskan secara sederhana fungsi mekanis mesin-mesin tersebut dalam mendukung produktivitas industri lokal.

Workshop Utara (Kendaraan Listrik): Di lokasi ini, siswa mendapatkan edukasi mengenai transisi energi dan keunggulan kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional. Mereka juga berkesempatan melihat langsung komponen utama pada sepeda listrik buatan lokal.

Bokah Farm (Pertanian Hidroponik): Sebagai penutup, siswa mengunjungi area mitra inovasi untuk mempelajari budidaya tanaman sistem hidroponik. Di sini, siswa berinteraksi dengan teknologi pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan.

Pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap sambutan BRIDA NTB. Salah satu guru pendamping menyatakan bahwa metode outing class ini jauh lebih efektif dibandingkan teori di dalam kelas. Pengalaman visual dan interaksi langsung dengan alat peraga inovatif diyakini mampu memicu daya kritis serta minat siswa terhadap dunia Iptek.

BRIDA NTB berkomitmen untuk terus membuka diri bagi institusi pendidikan sebagai bagian dari fungsi diseminasi ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat citra institusi yang melayani dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat.